Minggu, 20 Maret 2016

Soal Valuta Asing

SIMBOL
MATA UANG
KURS JUAL
KURS BELI
KURS TENGAH
AUD
Australia - Dollar
10,140.80
9,860.80
10,000.80
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
CAD
Canada - Dollar
10,206.20
9,934.20
10,070.20
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
CHF
Swiss - Franc
13,689.40
13,339.40
13,514.40
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
CNY
China - Yuan
2,110.15
1,942.25
2,026.20
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
DKK
Denmark - Krona
2,020.15
1,954.15
1,987.15
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
EUR
Eropa - Euro
14,973.25
14,595.25
14,784.25
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
GBP
English - Poundsterling
19,169.00
18,657.00
18,913.00
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
HKD
HongKong - Dollar
1,706.00
1,674.60
1,690.30
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
JPY
Japan - Yen
120.20
115.50
117.85
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
NZD
New Zealand - Dollar
9,055.05
8,773.05
8,914.05
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
SAR
Riyal - Saudi
3,548.25
3,444.25
3,496.25
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
SEK
Swedia - Krona
1,628.45
1,569.75
1,599.10
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
SGD
Singapura - Dollar
9,693.35
9,627.35
9,660.35
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg
USD
Amerika - USD Dollar
13,260.00
12,960.00
13,110.00
http://www.seputarforex.com/image/chart1.jpg

SUMBER : http://www.seputarforex.com/data/kurs_dollar_rupiah/ (last update: 20 Maret 2016)



SOAL:
1.      Gendhis seorang warga Negara asing yang berasal dari singapura yang ingin berlibur ke Indonesia dengan membawa uang SGD 5000 dan CAD 3000. Berapa rupiahkah uang Gina jika ditukarkan kedalam rupiah?
Jawab: SGD 5000 x kurs beli
            SGD 5000 x 9627 = Rp 48.135.000
            CAD 3000 x kurs beli
            CAD 3000 x 9934 = Rp 29.802.000
Jadi  total rupiah yang dimiliki oleh Gendhis jika dirupiahkan adalah
48.135.000 + 29.802.000 = Rp 77.937.000

2.      Nyonya Thalita ingin membeli emas dengan biaya USD 2.000. Berapa rupiah yang harus disiapkan nyonya Thalita untuk membeli emas jika mempunya tabungan sebesar 1.000 EUR?
Jawab :
Kurs Jual USD : USD 2.000 x Rp 13.260 = Rp 26.520.000
Kurs Beli EUR : EUR 1.000 x Rp14.595 = Rp 14.595.000
                       
Maka, uang yang harus disiapkan oleh Nyonya Thalita unuk membeli emas di amerika adalah 26.520.000 – 14.595.000 = Rp 11.925.000

3.      Ilmi diberikan oleh pamannya uang Hongkong, kemudian ia pergi berlibur ke Australia, dia ingin menukarkan semua uangnya. Uang yang telah diberikan pamannya sebesar HKD 50.000. Berapa AUD uang yang dimiliki Ilmi?
Jawab :
Kurs beli : HKD 5.000 = HKD 50.000 x 1.674 = Rp 83.700.000
Kurs Jual : Rp 83.700.000 : 10.140 = AUD 8.254
Maka, Ilmi harus membayar sebesar AUD 8.254
4.      Dina membeli tas dari Eropa sebesar EUR 1.500. Berapa NZD yang harus dibayar Dina? Jawab:
Kurs Jual : EUR 1.500 x Rp 14.973,25 = Rp 22.459.875
Kurs Jual : Rp 22.459.875 / 9.055,05    = NZD 2.480,37
Maka, Dina harus membayar sebesar NZD 2.480,37

5.      Syifa adalah seorang mahasiswa semester akhir di Al-Azhar University. Pada tanggal 20 Maret 2016 Syifa pulang ke Indonesia dengan membawa uangnya sebesar 2.500 riyal. Berapakah nilai rupiah yang didapat Ilmi bila ia menukarkan uang Riyalnya pada hari itu?
Jawab :
Kurs beli : 2.500 riyal x 3.444,25 = Rp 8.610.625
Maka, Syifa akan mendapatkan uang sebesar Rp 8.610.625 jika ditukarkan pada tanggal 20 Maret

6.      Pa Herman membeli sebuah jam tangan ketika ia bekerja di Swiss sebesar 1.200 CHF dan membeli sebuah sepatu dengan harga 50 CHF. Berapa USD yang harus dibayar oleh Pa Herman?
Jawab:
Kurs Jual jam tangan : 1.200 CHF x 13.689,40 = Rp 16.427.280
Kurs Jual sepatu          : 50 CHF x 13.689,40 = Rp 410.682
16.427.280 + 410.682 = Rp 16.837.962
Kurs Jual : Rp 16.837.962 / 13.260 = USD 1.269,83
Maka, Pa Herman harus membayar sebesar USD 1.269,83

7.      Mrs. Ratna mendapatkan deviden dari sejumlah saham yang ia miliki di Cina sebesar 15.000 Yuan. Mrs. Ratna ingin menggunakan uang tersebut untuk membelikan anaknya sebuah mainan dari Swedia sebesar 5.000 SEK. Berapa sisa uang yang dimiliki Mrs. Ratna bila Mrs. Ratna mengkonversinnya ke rupiah?
Jawab :
Kurs beli : 15.000 Yuan x 1.942,25 = Rp 291.133.750
Kurs Jual : 5.000 SEK x 1.628,45 = Rp 8.142.250
Jadi sisa uang yang dimiliki oleh Mrs. Ratna adalah Rp 291.133.750 – Rp 8.142.250 = Rp 282.991.500

8.      Almira akan melakukan study tour ke Denmark selama 3 minggu, dan dia diberikan uang sebesar Rp 100.000.000. Berapa Poundsterling yang diterima Almira?
Jawab :
Kurs Jual : Rp 100.000.000 x 19.169 = GBP 5216,75

9.      Siska sedang akan merencanakan berlibur bersama teman-temannya keliling Eropa dan membutuhkan dana sebesar EUR 10.000 Berapa rupiahkan Siska harus mempunyai uang agar dapat berlibur keliling Eropa?
Jawab :
Kurs Jual : EUR 10.000 x 14.973,25 = Rp 149.732.500

10.  Sepasang suami istri melakukan perjalanannya ke Denmark dengan membawa uang sebesar Rp 150.000.000. Berapa Krona yang didapatkan sepasang suami istri tersebut?
Jawab:
Kurs Jual : Rp 150.000.000 : 2.020,15 = DKK 74.251,91
Maka sepasang suami istri tersebut mendapatkan DKK 74.251,91

Nama : Rahayu Fitri Romadini
Npm : 25212906
Kelas : 4EB15

Sumber: http://www.bi.go.id/
http://www.seputarforex.com/data/kurs_dollar_rupiah/




Senin, 28 Desember 2015

PEMERIKSAAN AUDIT TERHADAP PERUSAHAAN PETRAL

Kasus Petral (Rahayu Fitri Romadini (25212906) , SS-UG, 4EB25)

1.      KAP yang mengaudit
KAP yang mengaudit petral adalah KAP kordamentha berasal dari Australia. lembaga audit itu menemukan ada pegawai Pertamina yang tidak kooperatif dalam mendukung proses audit forensik kegiatan bisnis Petral selama periode 1 Januari 2015-31 Mei 2015.

2.      Jenis audit yang dilakukan KAP
Jenis audit yang dilakukan adalah: Dengan menggunakan audit forensik, dengan dituntaskannya audit forensik pernyataan adanya mafia migas dalam proses tender pembelian minyak dan bahan bakar minyak (BBM) oleh Petral dapat dipertanggungjawabkan.
Audit forensic adalah sebagai tindakan menganalisa dan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan kriteria, untuk menghasilkan informasi atau bukti kuantitatif yang bisa digunakan di muka pengadilan. Karena sifat dasar dari audit forensik yang berfungsi untuk memberikan bukti di muka pengadilan, maka fungsi utama dari audit forensik adalah untuk melakukan audit investigasi terhadap tindak kriminal dan untuk memberikan keterangan saksi ahli (litigation support) di pengadilan.

3.      Prosedur yang dilakukan oleh KAP
Prosedur audit:
1.   Identifikasi masalah : Dalam tahap ini, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak diungkap. Pemahaman awal ini berguna untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran.
2.   Pembicaraan dengan klien : auditor melakukan pembahasan bersama klien terkait dengan ruang lingkup, kriteria, metedologi audit, dll agar membangun kesepahaman antara auditor dank lien dalam pembagian tugas.
3. Pemeriksaan pendahuluan : auditor melakukan pengumpuan data awal dan menganalisisnya. Intinya dalam tahap ini adalah auditor akan menentukkan apakah investigasi akan lanjut atau tidak.
4.   Pengembangan rencana pemeriksaan : uditor akan menyusun dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit, serta tugas setiap individu dalam tim. Setelah diadministrasikan, maka akan dihasilkan konsep temuan. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan bersama tim audit serta klien.
5.  Pemeriksaan lanjutan : mengumpulkan bukti beserta analisisnya. Auditor akan menjalankan tekhnik-tekhnik auditnya guna mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud-fraud tersebut.
6. Penyususnan laporan pada tahap akhir ini : auditor menyusun laporan sesuai kondsi, kriteria, dan simpulan audit.

4.      Kesimpulan:
Bahwa audit independent KAP Kordhamentha menemukan kejanggalan yang terjadi pada kasus petral tanpa memihak salah satu sehingga KAP Kordhamenta telah melakukan sesuai dengan kode etik akuntan publik nomor 100 mengenai independensi, integritas dan obyektifitas, nomor 202 mengenai kepatuhan terhadap standar, serta telah sesuai dengan kode etik IAI mengenai kompetensi dan keahlian professional dan standar teknis.
5.      Temuan audit :
1.  Ketidakefisienan rantai suplai berupa mahalnya harga crude dan produk yang dipengaruhi kebijakan Petral dalam proses pengadaan, kelemahan pengendalian HPS
2.  Terdapat informasi rahasia yang bocor terkait harga minyak dan BBM yang dibeli Petral. Hal ini terekam dalam percakapan online (chatting) dan surat elektronik (email) yang dilacak auditor.
3.  Ada pihak ketiga di luar bagian manajemen Petral dan Pertamina yang ikut campur dalam proses pengadaan dan jual beli minyak mentah maupun produk bahan bakar minyak (BBM), mulai dari mengatur tender dengan harga perhitungan sendiri, menggunakan instrumen karyawan, dan manajemen Petral saat melancarkan aksi.
4.  Jaringan mafia minyak dan gas (migas) telah menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tiga tahun.


Sumber :




Rabu, 25 Maret 2015

sofskill bahasa inggris bisnis 2


CAMBRIDGE ELECTRONIC CORPORATION
231 Blackmore Street
New York , NY 20011 USA

Ref : DT/NN/12
26 March, 2015

Messrs. Johnson Smith & Carlson Ltd
16 Fifth Avenue Street
Los Angeles, LA

Dear Sirs,
We have to remind you that your account for televisions ordered on 12 February has not yet been paid. Discount can’t now be allowed.
You will remember that we went to some trouble to meet your delivery date, and we are sure that you would not wish to inconvenience us by delaying your payment.
A copy of the statement is enclosed, and we shall be glad to receive your cheque by return.




Your Faithfully


Jonathan R. Smith
Cambridge Electronic Corporation

 






Jumat, 26 Desember 2014

LAPORAN PERBANDINGAN RASIO KEUANGAN SAMSUNG DENGAN MEMBANDINGKAN PRODUK LAIN

“LAPORAN PERBANDINGAN RASIO KEUANGAN SAMSUNG DENGAN MEMBANDINGKAN PRODUK LAIN”


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman saat ini sudah semakin pesat. Penggunaan gadget canggih pun sudah tidak asing lagi karena di pasaran sudah menawarkan banyak variasi. Dalam era globalisasi pasar bebas memberi peluang munculnya berbagai jenis barang dan jasa dengan banyak merek yang terjual dipasaran.
Namun sekarang teknologi sudah maju, sudah banyak handphone-handphone yang memakai embel-embel “smartphone”, tentu saja hal ini bukan hanya bertujuan untuk semata-mata ajang “keren-kerenan” dan menjual brand, tetapi dikarenakan setiap handphone yang dijuluki Smartphone, merupakan handphone yang “pintar”, di mana handpohne tersebut diharapkan dapat memudahkan segala kegiatan pemakainya. Vendor-vendor handheld yang memproduksi smartphone ini juga tidak hanya segelintir, melainkan hampir semua vendor memproduksi smartphone.

1.2 TUJUAN PENULISAN
1.      Mengetahui rasio keuangan produk Samsung dengan membandingkan antar produk lainnya?
2.      Strategi apa yang harus dilakukan oleh para produsen?



 BAB II

PEMBAHASAN

Laporan laba rugi adalah adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Laporan laba-rugi ini cukup penting keberadaannya, karena laporan ini dapat dijadikan alat untuk memprediksi arus kas dimasa mendatang, banyak pemekai laporan keuangan yang memakai laporan laba-rugi ini untuk memprediksi arus kas masa depan, seperti para investor dan kreditor. para investor dan kreditor perlu untuk memprediksi arus kas perusahaan masa depan sebelum mereka menyuntikkan dana mereka ke perusahaan tesebut, tentu saja para investor dan kreditor tidak mau menyuntikkan dana kepada perusahaan yang mereka nilai arus kas atau kenerjanya jelek dan mengandung resiko yang terlalu besar.

1.      Rasio profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio-rasio yang menunjukan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan. Rasio ini menunjukan  tingkat keuntungan yang dicapai oleh suatu perusahaan dalam periode produk tertentu.
Rasio ini antara lain: GPM (Gross Profit Margin), OPM(Operating Profit Margin), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return to Total Asset), ROE (Return On Equity).
2.      Rasio Likuiditas.
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancarnya. Rasio ini antara lain Rasio Kas (cash ratio), Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar (current ratio)
3.      Rasio Pengungkit/ Leverage/ Solvabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain Rasio Total Hutang terhadap Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE Time Interest Earned.
·                         Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)
Rasio ini mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan. Semakin tinggi Net profit margin semakin baik operasi suatu perusahaan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCIWq5qjHfRBDh73rWTAgcgrMkJ9hSuopkXX7nSaL25aD3Gsu9_cr9wQBNApWN8FUJ3SKg-B8XuPJ9e2e9NWXbvg8OSP_mRjgm1AvLoXQ-cOMvyS36o-AnByxz3JrUs3HaqniU3dpjkLzC/s1600/2.png




·                      Operating Profit Margin
Operating profit margin merupakan perbandingan antara laba usaha dan penjualan. Operating profit margin merupakan rasio yang menggambarkan apa yang biasanya disebut pure profit yang diterima atas setiap rupiah dari penjualan yang dilakukan (Syamsuddin, 2009:61).
Operating profit disebut murni (pure) dalam pengertian bahwa jumlah tersebutlah yang benar-benar diperoleh dari hasil operasi perusahaan dengan mengabaikan kewajiban- kewajiban finansial berupa bunga serta kewajiban terhadap pemerintah berupa pembayaran pajak. Apabila semakin tinggi operatig profit margin maka akan semakin baik pula operasi suatu perusahaan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFTYbvdhbXpcGoTcTYNfXHSgaXOz-CDi4UoQvD2EA7aH8CRnwadaxGCwZNzH7IilIlhX8GS7jFIe_uksbevu-gcqTHDV7w4oZ51hEA2g3HT0DfF5DEOS6dEN-xjz0UDN2QXR3A83hhZZ-9/s1600/3.png

Untuk mengetahui berbagai macam rasio keuangan dengan membandingkan produk yang lain adalah sebagai berikut :
Samsung Mobile 2011 (In Thousands USD)
Liquidity Analysis
     Current Ratio (%)     Current Assets / Total Assets
                                      61,997,800 / 134,994,294 = 45 %
     Quick Ratio (%)        (Current Assets – Inventory) /Current Liabilities
                                      (61,997,800 – 13,627,603) / 38,428,001 = 125.8 %

Profitability Analysis (Billion RKW)
     Return on Equity(%) Net Income / Average Shareholder Equity
                                      13,734/ 101,846= 13%
     Net Margin (%)         Net Income / Net Sales
                                      13,734/ 165,002= 8%

Leverage
     Liabilities Ratio         Total Liabilities / Total Assets
                                      46,636,548 / 134,994,294 = 34 %
     Equity Ratio              Total Equity / Total Assets
                                      88,307,746 / 134,994,294 = 65%

HTC 2011 (NT$ thousands)
Liquidity Analysis
     Current Ratio(%)      Current Assets / Total Assets
                                      193,427,606 / 254,592,126 = 75.6%
     Quick Ratio(%)         (Current Assets – Inventory) /Current Liabilities
                                      (193,427,606 – 25,389,320) / 152,129,860 =
                                      167,038,286/152,129,860 = 109%

Profitability Analysis
     Return on Equity(%) Net Income / Average Shareholder Equity
                                      62,299,048 / 43,609,333 = 70%
     Net Margin(%)          Net Income / Net Sales
                                      62,299,048 / 9,008,876 = 13%
Leverage
     Liabilities Ratio         Total Liabilities / Total Assets
                                      152,172,806 / 254,592,126 = 59.7%
     Equity Ratio              Total Equity / Total Assets
                                      102,419,320 / 254,592,126 = 40.2%

Nokia (EURm)
Liquidity Analysis
     Current Ratio(%)      Current Assets / Total Assets
                                      417  / 1038 = 40.1 %
     Quick Ratio(%)         (Current Assets – Inventory) /Current Liabilities
                                      (417–103) /365 = 314/365=86 %

Profitability Analysis
     Return on Equity(%) Net Income / Average Shareholder Equity
                                      -1,488 / 15,073  = -9.8 %
     Net Margin(%)          Net Income / Net Sales
                                      -1488 / 38,659 = -3.8%
Leverage
     Liabilities Ratio         Total Liabilities / Total Assets
                                      17,444 / 36,205 =  48.1%
     Equity Ratio              Total Equity / Total Assets
                                      13,916 / 36,205 = 38.4 %

LG Mobile 2011 (In Million Won)
Liquidity Analysis
     Current Ratio(%)      Current Assets / Total Assets
                                      15,783,126 / 32,658,457= 48 %
     Quick Ratio(%)         (Current Assets – Inventory) /Current Liabilities
                                      (15,783,126 –  4,947,160) /  14,214,522 = 76.2%
Profitability Analysis
     Return on Equity(%) Net Income / Average Shareholder Equity
                                      -692,307/ 13,148,248= -0.05%
     Net Margin(%)          Net Income / Net Sales
                                      -692,307 /54,256,585= -0.01%
Leverage
     Liabilities Ratio         Total Liabilities / Total Assets
                                      19,510,209 / 32,658,457 = 59.7%
     Equity Ratio              Total Equity / Total Assets
                                      13,148,248 / 32,658,457=  40.2%

RIM Blackberry (USDm)
Liquidity Analysis
     Current Ratio(%)      Current Assets / Total Assets
                                      7,488/ 12,875 = 58 %
     Quick Ratio(%)         (Current Assets – Inventory) /Current Liabilities
                                      (7,488–618) /3,630 = 189.2 %
Profitability Analysis
     Return on Equity(%) Net Income / Average Shareholder Equity
                                      3,411/ 8,938 = 38 %
     Net Margin(%)          Net Income / Net Sales
                                      3,411/ 19,907= 17 %
Leverage
     Liabilities Ratio         Total Liabilities / Total Assets
                                      3,937/ 12,875 =  30 %
     Equity Ratio              Total Equity / Total Assets
                                      13,916 / 12,875 = 108 %



Pembahasan
Brand
Liquidity Analysis
Profitability Analysis
Leverage
Current Ratio (%)
Quick Ratio (%)
ROE (%)
Net Margin (%)
Liabilities Ratio (%)
Equity Ratio (%)
Samsung
45
125.8
13
8
34
65
HTC
75.6
109
70
13
59.7
40.2
Nokia
40.1
86
(9.8)
(3.8)
48.1
38.4
LG
48
76.2
(0.05)
(0.01)
59.7
40.2
RIM
58
189.2
38
17
30
108
Pada ketiga analisis yang telah dihitung, dapat dilihat bahwa pada setiap aspek, perusahaan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

1. Analisis likuiditas
             Pada kelima perusahaan tidak ada yang mencapai rasio lancar di atas 100% yang mana menjadi standar untuk perusahaan non-banking. Dan pada rasio cepat dapat dilihat kelima perusahaan memiliki tingkat rasio cepat yang bagus. Bisa diliat pada current rasio produk Samsung tidak begitu baik yang mana berarti tingkat pengembalian hutang perusahaan tidak terlalu lancar, namun di sisi lain Samsung memiliki tingkat rasio cepat yang tinggi sehingga Samsung tidak kesulitan untuk melakukan pembelian-pembelian bahan baku.
2. Analisis profitability
            Pada tingkat Return on Equity, HTC memiliki performa yang jauh lebih baik daripada Samsung. Dikarenakan HTC mampu mengolah saham yang diperoleh dengan baik dan mampu mengembalikan sekitar 70% saham yang dikelola. Sedangkan Samsung mampu mengembalikan saham yang dikelola sekitar 13% saja. Bisa dilihat pada table net margin bahwa Samsung sudah bagus karna memilik 8% tetapi beum sebagus dengan keempat produk lainnya. Karena pada tahun 2011 pasar lebih berorientasi pada aspek kemudahan berkomunikasi seperti yang mana ditemukan dalam gadget seperti Blackberry (salah satu pasar RIM terbesar adalah Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak urutan ketiga di dunia (Kompas,2012),

3.3 Leverage
            Perusahaan Samsung memiliki tingkat Liabilites Ratio yang bagus, yakni sekitar 34%. Hal tersebut berarti Samsung memiliki tanggungan yang kecil, sehingga menambah prospek bagi calon investor. Pada Equity ratio, Samsung memiliki tingkat hutang 65% dari aset yang ada. Hutang tersebut pada umumnya digunakan untuk pertumbuhan keuangan perusahaan itu sendiri.



Strategi yang harus dilakukan :
·         Prioritas I
Menciptakan produk baru untuk pelanggan yang sama dimana produk baru  ditujukan  untuk segmen kalangan menengah
§   Faktor penentu keberhasilan : Inovasi teknologi, produk yang berkualitas dan harga yang terjangkau
§  Aktivitas yang dilakukan : Meningkatkan teknologi OS , Pengadaan SDM yang berkompeten di bidangnya dan Penggunaan dana sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan
1.      Output      : Samsung Android seri Galaxy S4
2.      Outcome : Meningkatkan volume  penjualan pada market share
3.      Impact     : Citra perusahaan meningkat dan Sebagai pelopor digital pertama di dunia industri teknologi
·         Prioritas II
Meningkatkan pangsa pasar yang ada untuk produk tertentu melalui  usaha pemasaran secara besar-besaran
§  Faktor penentu keberhasilan : SDM yang berkompeten di bidang pemasaran, memiliki strategi pemasaran dan tersedianya anggaran biaya
§  Aktivitas yang dilakukan : Merekrut SDM yang ahli di bidang pemasaran baik ekternal maupun internal minimal sarjana, Melakukan promosi/mengefektifkan iklan dan mengalokasikan dana sesuai kebutuhan
1.      Output      : Pangsa pasar pesaing menurun, menguasai pangsa pasar
2.      Outcome : Total penjualan industri dan profit perusahaan meningkat
3.      Impact     : Semakin meluasnya pangsa pasar
·         Prioritas III
Menambah produk – produk baru yang saling berhubungan untuk pangsa pasar yang sama
§  Faktor penentu keberhasilan : Inovasi teknologi, pengadaan SDM yang ahli dan harga yang kompetitif
§  Aktivitas yang dilakukan : Meningkatkan teknologi OS, merekrut 10 orang yang berkompeten di bidangnya minimal sarjana dan harga menyesuaikan kebutuhan masyarakat Asia
1.      Output      : tablet
2.      Outcome : Meningkatkan penjualan produk dan profit perusahaan
3.      Impact     : Citra perusahaan meningkat
·         Prioritas IV
Menambah produk – produk baru yang saling tidak berhubungan untuk pangsa pasar yang berbeda
§  Faktor penentu keberhasilan : Inovasi produk, harga yang terjangaku dan kapasitas produk yang besar
§  Aktivitas yang dilakukan : Menggembangkan ide-ide baru, pemberian discount dan menambah kapasitas yang lebih besar dari produk yang sudah ada.
1.      Output      : Kulkas, Televisi, Ac
2.      Outcome : Meningkatkan penjualan produk dan profit perusahaan
3.      Impact     : Citra perusahaan meningkat

BISA DILIHAT LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN SAMSUNG





Bab III
KESIMPULAN

3.1 KESIMPULAN
Ø  Laporan laba-rugi ini cukup penting keberadaannya, karena laporan ini dapat dijadikan alat untuk memprediksi arus kas dimasa mendatang, banyak pemekai laporan keuangan yang memakai laporan laba-rugi ini untuk memprediksi arus kas masa depan, seperti para investor dan kreditor. para investor dan kreditor perlu untuk memprediksi arus kas perusahaan masa depan sebelum mereka menyuntikkan dana mereka ke perusahaan tesebut, tentu saja para investor dan kreditor tidak mau menyuntikkan dana kepada perusahaan yang mereka nilai arus kas atau kenerjanya jelek dan mengandung resiko yang terlalu besar.


3.2 Saran
Ø  Pada setiap rasio yang telah dihitung dan diteliti bahwa perusahaan Samsung semakin lama semakin baik walaupun terkadang masih agak rendah diantara brand-brand lainnya maka dari itu Samsung harus meningktkan produknya agar dapat memperoleh laba.










DAFTAR PUSTAKA